Arti Batu Penjuru

YESUS SEBAGAI BATU PENJURU
(I PETRUS 2:7)

Batu penjuru adalah batu yang ada di sudut atau dipojok sebuah bangunan, walaupun sekarang ini sudah sangat jarang sebuah bangunan apakah itu rumah, gedung, menara dan sejenisnya yang menggunakan batu penjuru, sebab sekarang rata-rata yang digunakan orang di setiap sudut bangunan adalah beton berupa tiang yang di dalamnya terdapat rangka besi.

Dalam bahasa Ibraninya, batu penjuru adalah ro’sypinna sedangkan dalam septuaginta adalah kephalegonias. Istilah batu penjuru terdapat di dalam Mazmur 118:22 demikian bunyinya: “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru”. Dalam kerangka aslinya, kalimat itu mengungkapkan sukacita pemazmur, karena Tuhan telah melakukan keperkasaan dan menyelamatkan si pemazmur dari para musuhnya.

Bila kita melihat kerangka keseluruhan Mazmur pasal 118, maka ini adalah ungkapan rasa syukur pemazmur, karena Tuhan telah menyelamatkan negeri dan bangsanya (Israel). Artinya tidak hanya secara personal, namun mencakup pembelaan dan pertolongan Tuhan secara nasional bahkan global.

Di dalam Yesaya 28:16 disinggung mengenai batu penjuru, yang mungkin merujuk kepada batu yang cukup besar di bait suci, yang memberi simbol dan arti atas kehadiran Tuhan secara permanen dan mengagumkan di tengah-tengah umat-Nya.
Nabi Zakharia di dalam Zakharia 10:4 juga memakai istilah batu penjuru untuk kiasan kepada “penguasa” atau diterjemahkan menjadi “pemuka” dalam Hakim-hakim 20:2 dan diterjemahkan menjadi “pemuka rakyat” di dalam I Samuel 14:38. Batu penjuru dari bahasa aslinya diterjemahkan ke dalam Alkitab bahasa Indonesia menjadi pemuka/pemuka rakyat/orang yang terpandang.

Di dalam kitab lain seperti di dalam Yeremia 15:26 diterjemahkan secara harafiah sebagai batu bangunan pada umumnya.

Batu penjuru tidaklah selamanya batu pilihan atau batu yang istimewa, kadang bahkan sering Alkitab mengatakan bahwa batu penjuru dibuat dari batu-batu buangan tukang bangunan, batu yang tidak terlalu berguna untuk bangunan, mungkin karena ukurannya yang tidak biasa atau ukurannya yang memanjang.

Yesus juga memakai batu penjuru sebagai salah satu gelar-Nya. Banyak tafsiran para rabi dan nabi menerapkan ayat ini kepada Mesias, yaitu Yesus Kristus. Yesus sendiri memakai istilah ini untuk diri-Nya sendiri (Matius 41:42; Markus 12:10; Lukas 20:17). Petrus juga memakai istilah ini untuk menunjuk kepada Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 4:11 dan I Petrus 2:7). Paulus juga memakai istilah batu penjuru untuk menunjuk kepada Yesus Kristus.

Hal-hal yang berkaitan dengan gelar Yesus sebagai Batu Penjuru

1. Batu Penjuru kadang dan dikaitkan dengan dasar bangunan seperti dalam Yesaya 28:16, sebagaimana batu penjuru yang adalah dasar seluruh bangunan yang menopang seluruh bangunan, demikian juga Kristus adalah penopang sekaligus yang menanggung seluruh beban bangunan rohani yaitu seluruh jemaat Tuhan.

2. Batu Penjuru adalah yang mempersatukan dan mengikat dua tembok supaya masing-masing tembok tidak jatuh dan supaya bangunan menjadi kokoh, demikian juga Kristus yang mempersatukan kedua pihak yaitu orang-orang bukan Yahudi menurut daging yang disebut orang-orang yang tidak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “bersunat” yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia yang disebut sebagai Yahudi secara daging telah diperdamaikan dalam satu tubuh dengan Bapa oleh salib Kristus (Efesus 2:11, 13-16)

3. Batu penjuru sering dibuang tukang bangunan, demikian juga halnya dengan Yesus adalah pribadi yang ditolak dan disingkirkan oleh orang-orang Yahudi dengan cara menyalibkan Yesus di kayu salib.

4. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita, demikian juga Kristus yang ditolak oleh bangsa-Nya sendiri karena dianggap menghina dan menghujat Allah dengan menyamakan diri-Nya dengan Allah, tetapi telah menjadi Tuhan dan juru selamat dunia bukan hanya untuk bangsa-Nya. Dan itu terjadi karena perbuatan ajaib Bapa yang dapat melakukan segala yang tidak mungkin menjadi mungkin.

5. Batu Penjuru yaitu Yesus adalah batu yang mahal bagi orang yang percaya kepada-Nya (II Petrus 2:6), karena Yesus sudah mengorbankan segalanya, dengan meninggalkan kemulian-Nya, menjadi sama seperti manusia bahkan mati di kayu salib.

6. Batu Penjuru yaitu Yesus menjadi batu sentuhan dan batu sandungan bagi mereka yang tidak taat kepada Firman Allah (I Petrus 2:8). Batu sentuhan berarti yang mendatangkan maut dalam suatu jerat, sedangkan batu sandungan adalah yang membuat orang terperangkap.

Selamat hari minggu, Tuhan Yesus Kristus Memberkati